TURIN - Badan Sepakbola Dunia (FIFA) memutuskan untuk melarang para pemain melakukan selebrasi berbau religius di lapangan. Hal ini langsung memancing kritik keras dari bek tangguh Juventus Nicola Legrottaglie.
FIFA secara terbuka menyatakan keberatan atas segala bentuk selebrasi bernuansa religius di lapangan. Baru-baru ini, FIFA bahkan menegur Timnas Brasil karena berdoa di lapangan usai menyabet gelar juara Piala Konfederasi 2009.
Adalah federasi Denmark yang mengajukan protes resmi atas tindakan armada Selecao. Hal ini kemudian ditanggapi FIFA dengan memberlakukan larangan terhadap selebrasi religius para pemain di lapangan.
Peraturan ini sontak mengundang reaksi keras dari Legrottaglie yang dikenal sangat religius. Bek 32 tahun itu pernah menulis buku tentang betapa hidupnya berubah drastis, secara personal maupun profesional, setelah dirinya menjadi penganut Nasrani yang taat.
"Jika berdoa kepada Tuhan adalah salah, saya ingin tahu apa yang dianggap benar," cetus Legrottaglie sebagaimana dikutip tuttosport, Sabtu (4/7/2009).
"FIFA seharusnya lebih mengkhawatirkan tindakan kekerasan (di lapangan). Saya percaya, setiap orang seharusnya diperbolehkan berterima kasih kepada Tuhan bagaimanapun caranya," imbuhnya.
Bintang internasional Italia itu kemudian mempertanyakan perbedaan perilaku skuad asuhan Carlos Dunga dengan Timnas Mesir yang terlihat melakukan sujud syukur dalam perhelatan yang sama.
"Timnas Mesir berterima kasih kepada Allah, tapi tidak ada yang mengatakan apapun mengenai hal itu," tandas mantan punggawa Chievo Verona tersebut.
(Defanie Arianti)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.