Persipura Terancam Sanksi Berlipat

Senin, 29 Juni 2009 19:22 wib
JAKARTA - Keputusan Walk Out (WO) yang diambil Persipura Jayapura pada final Copa Indonesia melawan Sriwijaya FC (SFC) Palembang berbuntut panjang. Mutiara Hitan tidak hanya terancam saksi secara tim, melainkan juga untuk pemain dan offisial.

Persipura sendiri dinyatakan kalah otomatis 4-0 sebagai sanski awal, dan gelar juara langsung diberikapan pada SFC. Adapun sanksi lanjutan yang bisa diterima adalah larangan tampil pada Copa Indonesia musim 2009-2010.

Pemian dan offisial yang terlibat dan menganjurkan aksi WO juga terancam sanksi larangan tampil maupun denda uang.

"Kami akan melakukan sidang pada hari Rabu (1/7/2009) khusus untuk membahas kasus ini. Kami perlu meminta keterangan dari wasit, pengawas pertandingan, tentunya dari pihak Persipura kalau dibutuhkan," kata Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Hinca Panjaitan.

Hinca sendiri belum mau berspekulasi terkain sanksi yang bakal dijatuhkan pada Mutiara Hitam. Namun, keputusan menganggap Persipura kalah 4-0 sudah tepat karena sesuai menjadi peraturan baku dalam sepak bola internasional.

Adapun sanksi pencekalan pada copa musim berikutnya layak dijatuhkan sebagaimana diterapkan pada Persmin Minahasa yang mundur dari Copa Indonesia. Apalagi mogok main merupakan pelanggaran lebih berat dibanding mundur sebelum pertandingan dimulai.

Persipura memutuskan mogok main pada menit ke-60 karena kecewa pada keputusan wasit Purwanto. Wasit asal Kediri ini dianggap merugikan Persipura karena tidak memberi hadiah penalti setelah pemain belakang SFC Joel Jacques Tsimi handsball di kotak terlarang.

Alih-alih memberi penalti, Purwanto malah mengeluarkan kartu merah pada striker Persipura Ernest Jeremiah yang melakukan protes keras dan berusaha menanduk Purwanto. Atas keputusan tersebut, tim Persipura pun enggan melanjutkan pertandingan. (muh sahlan/Koran SI/hmr)
  • beck's » 0 Tanggapan
    Jangan perna takut PERSIPURA kArena kamu adalah sanG juaRa,,,kRn tuhan ada di piHak Orang yg benar.........Amin
    Beri Tanggapan Laporkan
  • d8 » 0 Tanggapan
    wasit nya aja udah "uzur",pantes aja kualitas sepakbola indo juga ikut uzur
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wasit » 0 Tanggapan
    kapan sih wasit indonesia bisa bener.. kl blm bener mendingan g usah ada aja liganya... buang2 duit aja... untuk para pemain cobalah lebih bersikap sportif walaupun itu menyakitkan.. untuk para suporter jangan banyak omong lah..buktikan aja
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gugu » 0 Tanggapan
    Wah,wasitnya tuh yg gila ngatur pertandingan ,apalagi tuh tandingan final copa,masak wasitnya kayak gituu,kayaknya kapan-kapan indonesia harus nyewa or beli wasit dari eropa atau singapura
    Beri Tanggapan Laporkan
  • zehn » 0 Tanggapan
    gw melihat wasit di indonesia tidak tegas, kebanyakan senyam-senyum, cengar-cengir, ketawa-tiwi ama beberapa pemain. yah itu boleh. tapi disisi lain bisa backfire. klo di eropa, wasit tegas. tersenyum hanya sedikit. mukanya tegas/ tdk ada kompromi. inilah yang harusnya ditiru, jk kebanyakan senyum malah akan dianggap remeh ama pemain. dikiranya wasit gampangan gitu. tapi saya juga berharap para pemain yang melakukan provokasi. tolong DIHUKUM. kita g butuh pemain yg hanya akan menyebabkan persepakbolaan kita makin jatuh dan tenggelam. dan saya juga mengkritik hakim garis. mereka itu harus belajar tentang aturan sepak bola lagi deh. pada kaga ngeri OFFSIDE / ONSIDE. di indonesia susah ngeliat gol umpan terobosan. susah...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit