ROMA - Kegagalan Timnas Italia di perhelatan Piala Konfederasi 2009 mengundang kritik pedas. Hal utama yang menjadi kecaman banyak pihak adalah materi pemain Gli Azzurri yang tidak lagi muda.
Kiprah Italia di Piala Konfederasi 2009 harus berakhir lebih awal akibat tersingkir di babak penyisihan grup. Kendati menampilkan performa impresif ketika menumbangkan Amerika Serikat 3-0, namun tim asuhan Marcello Lippi gagal mempertahankan performa tersebut.
Azzurri ditumbangkan Mesir 1-0 dan dipermalukan habis-habisan oleh Brasil 3-0. Dua kekalahan beruntun membuat Italia harus angkat koper dari Afrika Selatan. Hasil ini tentu sangat mengecewakan untuk skuad yang berhasil memenangkan Piala Dunia 2006.
Kritik tidak hanya datang dari pihak luar. Masyarakat dan media massa Italia pun bertubi-tubi menyerang La Nazionale dan mendesak Lippi melakukan reformasi di tubuh skuad.
Gerah dengan kritik tersebut, kapten Fabio Cannavaro akhirnya angkat bicara. Bek 35 tahun yang baru kembali ke Juventus itu menegaskan, dirinya siap memberi tempatnya kepada pemain-pemain muda Italia jika memang dibutuhkan.
"Cukup sudah pembicaraan mengenai pemain-pemain tua. Jika saya memang menjadi masalah, maka saya akan memberikan tempat saya, tapi itu semua tergantung pada keputusan Lippi," tukas Canna.
"Saya tidak berada di sini hanya karena saya berhasil mengangkat trofi Piala Dunia. Kami harus merekonstruksi sepakbola Italia. Bukan hanya tim, tapi semuanya," tandasnya sebagaimana dikutip Corriere dello Sport, Selasa (23/6/2009).
(
van)