PRETORIA - Kekalahan telak 0-3 yang diderita Italia dari Brasil, pada laga terakhir penyisihan grup Piala Konfederasi 2009, membuat posisi Marcello Lippi tersudut. Lippi pun didesak untuk melakukan perubahan dalam skuadnya, termasuk penggunaan pemain veteran.
Beragam kritikan pedas datang dari media Italia terhadap kebijakan yang dilakukan Lippi dalam meracik skuad. Menyandang status juara dunia 2006, Tim Azzurri tidak bisa berbuat banyak kala ditekuk Mesir 0-1 dan kebobolan tiga gol dari Tim Samba. Italia pun harus angkat koper dari Afrika Selatan.
Tim yang digunakan Lippi pada ajang ini, sebagian besar adalah pemain andalannya di Piala Dunia 2006. Lippi memang sudah mencoba membawa beberapa nama baru, namun permainan Azzurri tetap miskin ide dan tidak keratif. Kapasitas Italia dalam mempertahankan trofi tahun depan pun dipertanyakan.
"Harapan yang ada saat ini adalah Lippi membawa tim yang berbeda ke Afrika Selatan 2010 nanti. Tim yang sekarang ada sudah tidak bsia diharapkan," tulis harian terkemuka Italia La Gazzetta dello Sport, dalam headline, Senin (22/6/2009).
"Ini adalah waktu yang tepat untuk membangun sebuah tim yang berkapasistas mempertahankan gelar juara dunia. Sudah saatnya mempercayakan kepada pemain muda, meskipun tidak semua veteran 2006 harus dipensiunkan," lanjut artiker berjudul 'Menjatuhkan' itu.
Lippi memang sudah mengantisipsi penuaan dalam tubuh timnya. Beberapa pilar muda dipanggil dan dipadukan dengan pemain senior. Sayang, dalam tiga laga Piala Konfederasi lalu, Lippi masih kurang berani memberikan pilar penting kepada pemain muda.
Kiper Gianluigi Buffon mencoba membela sang pelatih. Buffon yang juga termasuk dalam skuad 2006, menilai jika para pemain muda belum memiliki kapasitas yang bagus dalam pertandingan berat skala internasional.
"Ini adalah saat yang tepat untuk memainkan pemain muda dan tua secara bersamaan. Pemain junior masih perlu bimbingan dari para senior. Yang terpenting sekarang adalah tidak saling menyalahkan," bela Buffon.
Lippi pun punya waktu realtif satu tahun untuk segera melakukan pembenahan, guna menghadapi Piala Dunia 2010. Publik sepakbola Italia sangat berharap sang pelatih bisa mengeluarkan 'magic' nya, sama ketika Italia menjadi jawara di 2006 lalu.
(
zwr)