foto: Daylife
QUITO - Timnas Argentina kembali meraih hasil mengenaskan saat ditundukkan Ekuador, 0-2 dini hari tadi. Meski begitu, pelatih Tim Tango Diego Maradona tetap memuji anak asuhnya yang dianggapnya telah menampilkan performa memuaskan.
Ya, pada laga tandang yang digelar di Stadion Atahualpa, Kamis (11/6/2009) dini hari tadi WIB, Argentina memang harus terkapar setelah dua pemain Ekuador, Walter Ayovi dan Pablo Palacios sukses mengoyak gawang Tango yang dikawal Mariano Andujar. Ini menjadi kekalahan kedua yang dialami Maradona sejak ditunjuk menjadi pelatih. Sebelumnya, Argentina juga sempat dipecundangi Bolivia 6-0.
Atas kekalahan ini, Argentina pun harus puas hanya menempati urutan empat klasemen sementara, atau berada di bawah Paraguay, Chili dan pimpinan klasemen sementara sekaligus rival abadinya, Brasil.
Menyikapi hasil ini, tentu Maradona kecewa. Namun, legenda hidup sepakbola Argentina itu menanggapi hasil ini dengan tenang. Meski kalah, namun Maradona mengaku puas dengan performa maksimal yang ditampilkan anak asuhnya.
"Bagaimana cara menjelaskan kekalahan ini? Secara taktik dan mental, kami mengontrol penuh jalannya laga. Namun, inilah sepakbola, saat Anda tak mampu memaksimalkan setiap peluang yang ada, maka, Anda harus terima gawang Anda kebobolan," ungkap Maradona sebagaimana dilansir Goal, Kamis (11/6/2009).
"Sudah lama, kami telah mempelajari karakter bermain Ekuador dan kami juga tahu apa yang harus kami lakukan. Kami tidak membiarkan mereka menguasai bola. Kami bahkan telah membuat mereka menderita dengan menampilkan Carlos Tevez, Jonas Guttierrez, Lionel Messi dan Maxi Rodriguez. Sayangnya, kami selalu gagal memanfaatkan setiap peluang yang ada," tambahnya.
Dengan hasil ini, Maradona pun mengultimatum anak asuhnya untuk bisa meraih kemenangan saat menghadapi rival utama sekaligus terberatnya Brasil, September mendatang.
"Kami akan membidik Brasil sebagai titik balik. Ini akan menjadi pertandingan seru, di mana setiap orang pasti tak ingin melewatkannya. Brasil tak diragunakan lagi, merupakan rival terberat kami dan selalu mampu meraih hasil lebih baik dari kami," tutup pelatih 48 tahun itu.
(fmh)