JAKARTA - Derby Jakarta antara Persija melawan Persitara mulai memanas. Kedua tim sudah melakukan berbagai manuver agar berhasil memenangi laga yang diusir ke Stadion Gajayana, Malang, Sabtu (6/6/2009) tersebut.
Macan Kemayoran memulai pernyatan panas dengan menyebut diri sebagai penguasa Jakarta. Bahkan, Asisten Manajer Persija Ferry Indrasyarief dengan tegas menepis kekhawatiran Persija bakal mengalah untuk membantu Persitara lepas dari ancaman play off degradasi.
"Kami tidak mengenal istilah main mata atau main hati. Justru lawan Persitara inilah kesempatan kami memperbaiki mental bertanding anak-anak yang masih drop," kata Ferry.
Ungkapan Ferry disambut lebih keras oleh Asisten Pelatih Persitara Dody ?Dosah? Sahetapy. Menurutnya, Persitara tidak pernah mengiba agar Persija mengalah. Sebaliknya, Persitara yang bisa membantu mental pemain Persija yang sedang jeblok karena hasil negatif dalam berapa pertandingan terakhir. Solidaritas sesama Jakarta harus ditunjukkan dengan sikap profesional di lapangan.
"Tidak pernah terbersit keinginan main mata. Persitara harus menunjukkan diri bukan sebagai tim anak bawang. Apalagi kami butuh kemenangan agar lepas dari ancaman play off degradasi," tegas Dosah.
Derby Jakarta pada Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009 sangat unik, karena selalu dihelat di luar ibu kota. Pada pertemuan putaran perstama 14 Juli 2008 silam, Persitara yang bertindak sebagai tuan rumah mengungsi ke stadion si Jalak Harupat, Soreang, Jawa Barat. Saat itu Persitara keok 1-3. Adapun derby kali ini dihelat di Stadion Gajayana, Malang.
Suhu panas jelang derby juga terasa di luar stadion. Suporter kedua tim beramai-ramai ngluruk dari Jakarta ke kota apel tersebut. Sekitar 1.500 Jak Mania telah menginap di stadion terbaik kedua di Malang tersebut. Adapun suporter Persitara North Jak (NJ) Mania berencana mendatangkan sekitar 400 suporter aktif yang tidak pernah lelah bernyanyi sepanjang perandingan.
"Saya tidak khawatir akan terjadi rusuh karena suporter Jakarta sudah dewasa. Pertandingan nanti pasti menarik dan enak ditonton," pungkas Dosah.
(
muh sahlan/Koran SI/zwr)