LONDON - Bila ingin meniti karier di negeri orang, maka kemampuan berbahasa sangat vital. Ungkapan ini juga berlaku bagi pelatih sepakbola profesional. Bahkan arsitek sekelas Carlo Ancelotti pun wajib bisa.
Peringatan itu disampaikan pelatih Chelsea Guus Hiddink. Pria asal Belanda ini meminta Ancelotti belajar bahasa Inggris sebelum resmi membesut The Blues. Kendala bahasa akan menjadi masalah vital bagi setiap tim.
Kepastian tentang apakah Ancelotti menerima pinangan Chelsea atau tidak kabarnya akan dumumkan manajemen AC Milan, Senin pekan depan. Namun Milan berharap Ancelotti tetap bersama Ricardo Kaka dkk musim depan.
Seperti diberitakan, Ancelotti menjadi target utama Chelsea untuk menggatikan tugas Hiddink yang akan kembali ke Rusia. Maklum Hiddink terpaksa rangkap jabatan karena memenuhi permintaan pemilik Chelsea Roman Abramovich, yang juga berkebangsaan Rusia.
"Belajar bahasa sangat penting. Setiap pelatih setidaknya harus mengtahui kalimat perintah atau kata-kata tidak sopan yang biasa disampaikan," kata Hiddink seperti dilansir the sun, Kamis (28/5/2009).
Hiddink mengutarakan pengalamannya ketika menjabat sebagai pelatih kepala Timnas Korea Selatan pada 2000-2002.
"Saya tidak berbicara dengan bahasa Korea, walaupun saya pelajari sedikit. Kata yang tidak sopan jadi pilihan pertama. Warga Korea terlalu sopan untuk melakukannya. Tapi para pemain selalu menjari Anda dengan kata-kata tidak sopan," imbuhnya.
(
fmh)