NIAT hati dari para mantan pemain, tak ada kata lain, mewariskan sepakbola. Jadi, demi menampung bibit-bibit muda berbakat yang ada di Makassar supaya munculah pesepakbola yang profesional.
LAPANGAN UVRI di Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makasssar. Letaknya menyudut di bagian paling belakang sebelum tembok beton pembatas areal kampus Universitas Veteran RI.
SUARA peluit berbunyi nyaring dari sela bibir Bahar Muharram. Seketika permainan di tengah lapangan terhenti sejenak.
JOHN Rompas (80) biasa dipanggil Om John. Jalannya masih tegap. Panca inderanya tak begitu ekstrim menurun. Daya tangkapnya pun masih kuat. Satu yang istimewa, dia tahan bercerita.
Tahun 1952 Ramang dipanggil PSSI. Mulanya Suardi Arlan yang diinginkan tim, tapi bek itu cedera. Pelatih PSSI minta ganti pemain baru. Diberangkatkanlah Ramang dari Makassar ke Jakarta.
ISTILAH “toa mi Ramang” (sudah tua Ramang) mengingatkan pada memori lain. Setahun lalu Okezone bertanya kepada seorang wartawan olahraga kawakan. Mengenai istilah “King Smes".
Ruang kerjanya penuh buku. Bertumpukan di sana-sini. Di atas meja berlapis kaca, dalam lemari, dekat jendela, tak ada rak khusus. Banyak yang tergeletak begitu saja. Kesannya, kutu buku!
ADA dua pemain terkenal yang menyandang julukan “macan”. Yudo Hadiyanto, mantan kiper PSSI, dijuluki “Macan Terbang”. Eusebio, dulu penyerang Portugal, digelari “Macan Kumbang”.
Siapa bilang olahraga sepakbola hanya milik kaum adam (pria-red)? Kaum hawa (putri-red) di Malang ini rupanya juga lincah mengolah si kulit bundar.
Perjalanan berliku mewarnai karier seorang Sarman Panggabean. Ya, setumpuk cerita tersimpan dalam memori legenda Timnas Indonesia ini, saat masih mengenakan jersey Merah Putih hingga kiprahnya tak dianggap lagi oleh PSSI.
Mungkin, tak banyak insan sepakbola masa kini yang mengenal sosok Agus Aban. Tapi eks pemain Persija Selatan-Barat (Selbar) ini, banyak dikenal para legenda sepakbola nasional dan para penikmat sepakbola di masa lampau.
Ribuan pendukung Inter Milan atau biasa disebut Interisti, membanjiri Stadion utama Gelora Bung Karno, Jakarta.