foto: Ist
TURIN - Krisis yang sedang dialami Juventus musim ini menimbulkan banyak opini yang menilai strategi belanja pemain Bianconerri gagal total. Hal itu dikemukakan mantan direktur Juve Luciano Moggi. Dia menganggap pembelian Carvalho Amauri merupakan suatu kesalahan.
Musim ini, Juve terkesan terlalu royal dalam melakukan pembelian pemain. Si Nyonya Besar merogoh kocek cukup dalam untuk merekrut Carvalho Amauri dari Palermo (22 juta pounds) dan Christian Poulsen (Sevilla). Padahal, hingga kini keduanya belum memberikan kontribusi maksimal bagi Juventus.
Menanggapi hal itu, Moggi menyatakan jika Juventus hanya memfokuskan diri membeli pemain yang belum terbukti kehebatannya. Moggi juga menyarankan jika seharusnya Juve memboyong Adrian Mutu ketimbang Amauri.
"Strategi transfer yang dilakukan Juventus merupakan suatu kegagalan. Manajemen hanya memfokuskan membangun lini tengah dengan merekrut Poulsen dan Mohammed Sissoko yang justru gagal menampilkan permainan terbaik," papar Moggi seperti dilansir AP, Senin (13/10/2008).
"Salah satu pembelian gagal lainnya adalah Amauri. Juventus membeli Amauri dengan cukup mahal. Padahal, ada pilihan lain yakni Adrian Mutu yang memiliki kemampuan tak kalah dari Amauri," tambahnya.
"Dengan merekrut Mutu, Juve setidaknya bisa menghemat 25 juta euro. Dana tersebut bisa dialokasikan untuk merekrut satu bek serta gelandang kelas dunia," tegas sosok yang yang menjadi aktor utama dibalik skandal pengaturan skor (Calciopoli-red) yang dilakukan Juventus pada 2006 silam.
Musim ini, Juve terkesan terlalu royal dalam melakukan pembelian pemain. Si Nyonya Besar merogoh kocek cukup dalam untuk merekrut Carvalho Amauri dari Palermo (22 juta pounds) dan Christian Poulsen (Sevilla). Padahal, hingga kini keduanya belum memberikan kontribusi maksimal bagi Juventus.
Menanggapi hal itu, Moggi menyatakan jika Juventus hanya memfokuskan diri membeli pemain yang belum terbukti kehebatannya. Moggi juga menyarankan jika seharusnya Juve memboyong Adrian Mutu ketimbang Amauri.
"Strategi transfer yang dilakukan Juventus merupakan suatu kegagalan. Manajemen hanya memfokuskan membangun lini tengah dengan merekrut Poulsen dan Mohammed Sissoko yang justru gagal menampilkan permainan terbaik," papar Moggi seperti dilansir AP, Senin (13/10/2008).
"Salah satu pembelian gagal lainnya adalah Amauri. Juventus membeli Amauri dengan cukup mahal. Padahal, ada pilihan lain yakni Adrian Mutu yang memiliki kemampuan tak kalah dari Amauri," tambahnya.
"Dengan merekrut Mutu, Juve setidaknya bisa menghemat 25 juta euro. Dana tersebut bisa dialokasikan untuk merekrut satu bek serta gelandang kelas dunia," tegas sosok yang yang menjadi aktor utama dibalik skandal pengaturan skor (Calciopoli-red) yang dilakukan Juventus pada 2006 silam.
(fmh)