SEMARANG - Kemenangan kedua yang diraih PSIS Semarang atas PSM Makassar tidak lepas dari eksperimen yang dilakukan Sang Arsitek Bambang Nurdiansyah (BN). Strategi 'coba-cobanya' adalah menempatkan Jules Onambele Basile sebagai juru gedor bersama Gaston Castano.
Padahal posisi Onambele yang adalah gelandang bertahan. Menariknya, eksperimen yang dilakukan mantan Pelatih Arema Malang tersebut ternyata membuahkan hasil. Terbukti dengan gol semata wayang Onambele ke gawang Samsidar, sekaligus mengantarkan Mahesa Jenar, julukan PSIS meraih kemenangan keduanya musim ini.
"Memang, ini sebuah eksperimen. Karena dipertandingan sebelumnya (lawan PSMS) kami melihat banyak peluang yang terbuang sia-sia karena finishing touch yang buruk. Sedangkan kenapa yang dipilih Onambele? Dia punya kecepatan dan daya jelajah yang cukup tinggi," sebut Asisten Pelatih PSIS Ahmad Muhariah usai pertandingan di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (12/10/2008).
Selain berkat eksperimen BN, kemenangan PSIS ini tak lepas dari tidak maksimalnya performa anak asuh Raja Isa, pelatih PSM akibat kondisi lapangan yang becek.
"Kami bersyukur bisa meraih menang yang kedua. Sejak awal memang kami berharap anak-anak bisa menampilkan permainan seperti saat mengalahkan Persipura. Ditambah lagi, kondisi lapangan yang becek. Sepertinya, pas kalau PSIS disebut sebagai jago lapangan becek," kata Manajer PSIS Setyo Agung Nugroho (Agus Anggoro/Sindo/fmh)