BANDUNG - Kemenangan atas Sriwijaya FC (SFC) 2-1, Kamis (9/10/2008) lalu. Cukup menumbuhkan rasa percaya diri pasukan Pelita Jaya FC ketika kedatangan penghuni papan bawah Liga Super, Deltras Sidoarjo di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Senin (13/10/2008).
Jika klub setangguh SFC sukses ditekuk, idealnya Pelita bisa melakukan hal serupa menghadapi The Lobster. Namun, keunggulan materi pemain bukan jaminan The Youngs Guns bisa menuai kemenangan dan menaklukan The Lobster dengan mudah.
Pelita tentunya belajar banyak ketika dipermalukan PSMS Medan 1-2 di kandang sendiri. Karena itu The Young Guns dilarang secuil pun lengah mengawasi pergerakan dan mobilitas para pemain The Lobster. Apalagi Pelatih Fandi Ahmad menilai ketika menundukan SFC pasukanya masih 'terlalu' sering membuang kesempatan mencetak gol.
Salah satu kelemahan yang disadari atau tidak, jadi penyebab Pelita dalam beberapa pertandingan terakhir kerap harus kehilangan poin. Termasuk saat dikandaskan Ayam Kinantan.
"Lebih baik bermain jelek asal kemenangan bisa kami raih daripada bermain bagus tapi gagal meraih kemenangan," ucap Fandi beberapa waktu lalu.
 The Young Guns memang harus mulai lebih mendalami dan menjalankan sepakbola efektif untuk tetap tancap gas dan bersaing di level atas. Tak terkecuali menghadapi The Lobster. "Setidaknya kemenangan dari SFC mengurangi tekanan yang sebelumnya kami rasakan," ucap gelandang kreatif Pelita, Firman Utina.
"Saya pun tidak tahu kenapa disaat menghadapi klub middle hasil yang diraih kurang optimal. Menganggap lemah kekuatan lemah lawan adalah kunci dari kekalahan. Deltras tetap tim tangguh, materi pemain yang mereka miliki pun lumayan komplet," lanjutnya.
Pelatih Deltras, Muhammad Zein Al-Hadad mengakui di atas kertas peluang tuan rumah untuk meraih angka penuh lebih besar dibanding timnya. "Pelita memiliki banyak pemain bagus dan berpeluang lebih baik memenangkan pertandingan," ujar Al-Hadad.
Meski terkesan merendah Deltras tentunya menyimpan ambisi membayar penampilan dan hasil kurang maksimal ketika hanya bermain 1-1 melawan Persita Tangerang, Jumat (10/10) lalu. Â Â Â Â
"Persipura dan PSMS bisa mengalahkan Pelita walaupun berstatus tim tamu. Jadi kami harus tetap percaya diri dan kami sangat berharap bisa mengikuti jejak kedua tim. Hasil imbang sudah cukup bagus, syukur-syukur jika kami bisa meraih kemenangan," tandas Al-Hadad.
Pada laga ini The Lobster, dipastikan harus tampil tanpa bek berpengalaman, Firmansyah yang mengalami cedera pada otot paha sebelah kanan. "Kemungkinan besar Firman harus absen, cederanya lumayan parah. Agak tidak mungkin sekalipun memaksakan diri untuk bermain," terang Al-Hadad.
Perkiraan Pemain
Pelita Jaya (4-4-2)
Dian Agus (kiper) ; Carlos Eduardo Bizarro, Yohan Ibo, Supardi, Erol FX Iba ; Firman Utina, Tiago Stragliotto, M. Ridwan, Egi Melgiansyah ; Rudi Widodo, Cristiano Lopes.
Pelatih : Fandi Ahmad
Deltras Sidoarjo (4-4-2)
Mukti Ali Raja (kiper) ; Bambang, Bayusutha, Firdaus Nyong, Soni Kurniawan,; Firdaus Ramadhan, Marwal Iskandar, Junior, Carlos Bergotini ; Boy Jati, Roberto Acosta
Pelatih : Zein Al-Hadad
(Mohamad Taufik/Sindo/zwr)
Jika klub setangguh SFC sukses ditekuk, idealnya Pelita bisa melakukan hal serupa menghadapi The Lobster. Namun, keunggulan materi pemain bukan jaminan The Youngs Guns bisa menuai kemenangan dan menaklukan The Lobster dengan mudah.
Pelita tentunya belajar banyak ketika dipermalukan PSMS Medan 1-2 di kandang sendiri. Karena itu The Young Guns dilarang secuil pun lengah mengawasi pergerakan dan mobilitas para pemain The Lobster. Apalagi Pelatih Fandi Ahmad menilai ketika menundukan SFC pasukanya masih 'terlalu' sering membuang kesempatan mencetak gol.
Salah satu kelemahan yang disadari atau tidak, jadi penyebab Pelita dalam beberapa pertandingan terakhir kerap harus kehilangan poin. Termasuk saat dikandaskan Ayam Kinantan.
"Lebih baik bermain jelek asal kemenangan bisa kami raih daripada bermain bagus tapi gagal meraih kemenangan," ucap Fandi beberapa waktu lalu.
 The Young Guns memang harus mulai lebih mendalami dan menjalankan sepakbola efektif untuk tetap tancap gas dan bersaing di level atas. Tak terkecuali menghadapi The Lobster. "Setidaknya kemenangan dari SFC mengurangi tekanan yang sebelumnya kami rasakan," ucap gelandang kreatif Pelita, Firman Utina.
"Saya pun tidak tahu kenapa disaat menghadapi klub middle hasil yang diraih kurang optimal. Menganggap lemah kekuatan lemah lawan adalah kunci dari kekalahan. Deltras tetap tim tangguh, materi pemain yang mereka miliki pun lumayan komplet," lanjutnya.
Pelatih Deltras, Muhammad Zein Al-Hadad mengakui di atas kertas peluang tuan rumah untuk meraih angka penuh lebih besar dibanding timnya. "Pelita memiliki banyak pemain bagus dan berpeluang lebih baik memenangkan pertandingan," ujar Al-Hadad.
Meski terkesan merendah Deltras tentunya menyimpan ambisi membayar penampilan dan hasil kurang maksimal ketika hanya bermain 1-1 melawan Persita Tangerang, Jumat (10/10) lalu. Â Â Â Â
"Persipura dan PSMS bisa mengalahkan Pelita walaupun berstatus tim tamu. Jadi kami harus tetap percaya diri dan kami sangat berharap bisa mengikuti jejak kedua tim. Hasil imbang sudah cukup bagus, syukur-syukur jika kami bisa meraih kemenangan," tandas Al-Hadad.
Pada laga ini The Lobster, dipastikan harus tampil tanpa bek berpengalaman, Firmansyah yang mengalami cedera pada otot paha sebelah kanan. "Kemungkinan besar Firman harus absen, cederanya lumayan parah. Agak tidak mungkin sekalipun memaksakan diri untuk bermain," terang Al-Hadad.
Perkiraan Pemain
Pelita Jaya (4-4-2)
Dian Agus (kiper) ; Carlos Eduardo Bizarro, Yohan Ibo, Supardi, Erol FX Iba ; Firman Utina, Tiago Stragliotto, M. Ridwan, Egi Melgiansyah ; Rudi Widodo, Cristiano Lopes.
Pelatih : Fandi Ahmad
Deltras Sidoarjo (4-4-2)
Mukti Ali Raja (kiper) ; Bambang, Bayusutha, Firdaus Nyong, Soni Kurniawan,; Firdaus Ramadhan, Marwal Iskandar, Junior, Carlos Bergotini ; Boy Jati, Roberto Acosta
Pelatih : Zein Al-Hadad