BANDUNG - Pelatih Fandi Ahmad kembali gagal membawa Pelita Jaya FC berjaya di Liga Super Indonesia (LSI). Meski begitu, Fandi mencoba untuk tenang menghadapi masalah itu.
Meski kembali gagal membawa Pelita kembali ke jalur nyaman, Fandi tampak tenang menghadapi kondisi sulit yang dialami The Young Guns.
"Sebelumnya saya cukup berharap pertandingan menghadapi PSMS sebagai momentum kebangkitan. Tapi kenyataanya berkata lain," jelas Fandi.
"Kurang bijak jika kami menghadapinya dengan sikap serba panik. Semuanya harus tenang, cepat atau lambat tim ini akan segera keluar dari fase sulit. Mudah-mudahan hal itu kami lakukan ketika menghadapi Sriwijaya FC," lanjut pelatih asal Singapura itu.
Diluar itu, Pelatih yang cukup bersahabat ini mengatakan sudah melakukan berbagai upaya untuk kembali mengsinkronkan kondisi tim. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan surat peringatan kepada beberapa pemain.
"Saya sudah memberikan ?surat cinta? kepada beberapa pemain. Semua ini demi kebaikan," ucap Fandi yang enggan menyebut siapa saja pemain yang memperoleh peringatan sambil tersenyum.
Sayangnya pada duel menghadapi SFC, Kamis (9/10/2008) besok The Young Guns harus kehilangan salah satu pengkatrol lini tengahnya, Firman Utina yang saat menghadapi Ayam Kinantan memperoleh kartu merah.
(Mohamad Taufik/Sindo/hmr)