BANDUNG - Pelita Jaya FC memang belum menampilkan permainan yang stabil. Namun, Manajer Umum Pelita Jaya FC Rahim Soekasah memastikan posisi pelatih Fandi Ahmad jauh dari pemecatan.
Jika tidak merasa kecewa berat, Rahim tentu tak akan sampai secara emosional memukul papan bench yang membuat hampir semua orang di tempat duduk pemain cadangan, ofisial dan tim pelatih Pelita Jaya FC tampak terkaget-kaget.Â
Kekesalan Manajer Umum Pelita tersebut, meledak sesaat setelah striker Rahmat Affandi untuk kedua kalinya menjebol gawang The Young Guns pada menit 87. Sekaligus membawa PSMS Medan membalikan keadaan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-1 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Senin (6/10) lalu.
Saking kecewanya, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN) itu, langsung meninggalkan bangku cadangan. Kendati pertandingan masih tersisa beberapa menit lagi.
Kejadian ini sempat menimbulkan kecurigaan, Manajemen The Young Guns akan langsung menggelar rapat evaluasi, terutama untuk membicarakan posisi Pelatih Fandi Ahmad.
Namun, secara tegas Rahim mengatakan posisi Fandi masih cukup aman. Dia justru mengaku lebih setuju dengan pendapat yang dikemukakan Fandi daripada. "Lebih banyak membuang peluang. Apakah itu harus disebut sebagai permainan sepakbola menarik, atraktif dan efektif?," ucap sosok asal Garut, Jawa Barat ini.
"Fandi sudah cukup bekerja keras, dia pun pelatih bagus yang memiliki pemikiran cukup berani dan jernih baik ketika bicara sepakbola maupun hal-hal diluar teknis. Persoalaan yang terjadi sebenarnya lebih ke mental bertanding para pemain. Memang ini jadi tugas pelatih tapi lebih enak jika pemain pun ikut bekerjasama untuk meringankanya," jelas Rahim seolah memberikan jaminan kepada Fandi.
(Mohamad Taufik/Sindo/hmr)