SOREANG - Persib Bandung takkan dengan mudah melewati hadangan PSIS Semarang, meski di atas kertas maupun klasemen tim Maung Bandung berada di atas PSIS.
Harus diakui, lawan yang bakal dihadapi cukup memiliki modal menghadirkan kesulitan. Ya, kendati sepintas PSIS Semarang terlihat dapat di atasi Persib dengan 'mudah', pada praktiknya nanti klub berjuluk Mahesa Jenar itu, bisa jadi malah menghadirkan duka kepada tuan rumah di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Senin (22/9/2008) malam.
Kekuatan PSIS yang kini lebih banyak mengandalkan materi pemain muda dinilai Pelatih Jaya Hartono sebagai salah satu modal pasukan Mahesa Jenar. "Kekuatan mereka sebenarnya kurang begitu terpantau tim-tim lain. Tapi satu hal yang kami ketahui PSIS kini sangat mengandalkan para pemain mudanya," jelas Jaya.
"Ciri tim yang lebih dan banyak mengandalkan materi pemain muda seperti PSIS ini, biasanya secara fisik lebih prima dan kerap tampil dengan semangat tinggi. Faktor-faktor ini yang cukup kami waspdai," lanjutnya.
Di balik itu, hasil kurang memuaskan yang diperoleh Maung Bandung di dua laga terakhir--kalah 2-4 dari Sriwijaya FC dan imbang 1-1 dengan PSMS Medan--membuat pelatih kelahiran Medan ini, sadar betul kemenangan wajib diraih untuk tetap menjaga kepercayaan bobotoh kepada tim maupun Jaya secara pribadi.
"Kami membutuhkan momen dan hasil positif untuk kembali membuat tim semakin percaya diri menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya. Mudah-mudahan menghadapi PSIS, kami memperoleh apa yang kami harapkan," kata Jaya.
Pada laga ini, Maung Bandung harus kehilangan salah seorang pemain kuncinya, Suwita Patha. Pemegang ban kapten ini, dipastikan absen akibat terserang cacar. Bahkan hingga laga selanjutnya melawan Pelita Jaya FC, Kamis (25/9) nanti, Jaya kemungkinan besar masih harus menyimpan Wita.
Pelatih PSIS, Bambang Nurdiansyah mengaku sebenarnya ia merasa sedikit gamang. Pelatih tim nasional Indonesia U-21 di ajang Piala Kemerdekaan 2008 ini mengatakan belum merasa yakin dengan performa Gaston Castano dkk yang menurutnya masih labil.
Kekalahan 0-2 dari Persiwa Wamena, dikatakan Bambang sebagai salah satu contoh bagaimana tim besutanya itu belum bisa dikatakan mampu tampil konsisten.
"Sebelum kalah dari Persiwa, kami berhasil mengalahkan Persipura (1-0). Tim yang secara kualitas sebenarnya, lebih baik dibanding Persiwa. Jadi kami belum cukup layak dikatakan sebagai tim yang penampilannya stabil. Menghadapi Persib, bagi kami bisa bermain imbang saja, sudah cukup memuaskan," ujar Bambang.
Meladeni tim yang lebih unggul dari sisi materi pemain, Bambang mengaku tak menyiapkan strategi khusus untuk meredam Maung Bandung. Hanya ia menyatakan akan lebih banyak memberi instruksi kepada anak asuhnya untuk memanfaatkan setiap celah, terutama di saat melakukan counter attack.
"Tentunya bukan kapasitas dan hal wajar jika saya ungkapkan kepada media. Tapi yang jelas Persib akan tampil lebih menekan, sedangkan kami akan lebih banyak mengandalkan serang balik dan memaksimalkan setiap celah," tandas Bambang.
Perkiraan Pemain:
Persib Bandung (4-4-2)
Tema Mursadat (kiper) ; Nyeck Nyobe, Nova Arianto, Maman Abdurachman, Salim Alaydrus ; Hariono, Eka Ramdani, Lorenzo Cabanas, Hilton Moreira ; Fabio Lopes, Rafael Bastos.
Pelatih : Jaya Hartono
PSIS Semarang (4-4-2)
Agus Murod (kiper) ; Herry Susilo, Edson Leonardo, Idrus Gunawan, Ilham Asdat ; Anwarudin, Deny Rumba, Jules Basile Onambele, Feri Ariawan ; Gaston Castano, Salomon Bengondo.
Pelatih : Bambang Nurdiansyah
Head to Head
Liga Indonesia IX/2003
19 April 2003 Persib vs PSISÂ Â Â Â 2-1
14 September 2003 PSIS vs Persib  1-0
Liga Indonesia X/2004
06 Maret 2004 PSIS vs Persib 0-0
27 November 2004 Persib vs PSIS 1-1
Liga Indonesia XI/2005
13 April 2005 PSIS vs Persib 3-0
27 Juli 2005 Persib vs PSIS 0-0
Liga Indonesia XII/2006
15 Januari 2006 Persib vs PSIS 1-2
08 Apr 2006 PSIS vs Persib 1-1
Piala Indonesia 2006
17 Mei 2006 Persib vs PSIS 0-0
28 Juni 2006 PSIS vs Persib 2-1
Liga Indonesia XIII/2007
15 April 2007 PSIS vs Persib 0-0
19 Agustus 2007 Persib vs PSIS 0-1
(Mohamad Taufik/Sindo/tan)