Foto: Julio Cesar / AP
SAO PAOLO - Penampilan juara dunia lima kali Brasil belakangan ini tengah menunjukkan tren negatif. Kritik bertubi-tubi pun langsung menghampiri tim asuhan Carlos Dunga tersebut.
Brasil gagal meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 setelah dikalahkan seteru abadi mereka Argentina di semifinal. Di dua laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2010, Brasil juga gagal mencetak satu gol pun, kalah 0-2 dari Paraguay dan ditahan imbang 0-0 saat menjamu Tim Tango.
Tak heran bila cibiran kini tengah menghujam Aleksandre Pato dkk. Tapi terkadang, kritik tak terlalu enak didengar telinga. Apalagi bila yang melontarkannya adalah orang nomor satu Brasil.
Selecao murung setelah mengetahui bahwa presiden mereka Luiz Inacio Lula da Silva tidak sepenuh hati mendukung Timnas Brasil. Lebih menyakitkan lagi bagi Brasil, ketika Inacio malah menyematkan sanjungan gelar pemain terbaik dunia kepada Lionel Messi.Â
"Saya sangat sedih mendengar itu darinya. Apalagi saat dia membicarakan Lionel Messi. Sebaiknya dia mundur dari jabatannya sebagai presiden, ganti kewarganegaraan dan tinggal di Argentina. Mungkin malah akan ada peningkatan penampilan di tim Brasil," kata penjaga gawang Os Canarinhos, Julio Cesar.
Sempalan serupa diucapkan Dunga. Katanya, "kami menghormati presiden, dia adalah pemimpin hebat. Tapi jelas, kami membutuhkan dukungannya. Kami ingin dia berada di pihak Brasil meski saat ini Brasil tengah berada dalam masa-masa sulit."(tan)