SOREANG - Pelatih Pelita Jaya FC U-21, Jajang Nurjaman akhirnya hanya bisa menggunakan tiga dari lima pemain anggota Pelita senior di kompetisi Liga Indonesia U-21 yang kick off-nya akan dilaksanakan awal Oktober nanti.
Tiga pemain tersebut diantaranya Egi Melgiansyah (18 tahun), Syafri Umri (17 tahun) dan Gherry Setya Adhi Nugraha (20 tahun). Rencanaya ketiga pemain akan segera didaftarkan sebagai anggota skuad Pelita U-21.
Dua pemain lain yakni Jajang Mulyana (20 tahun) dan Risky Novriansyah (18 tahun) dipastikan urung dimasukkan namanya karena kedua pemain dalam waktu dekat akan segera terbang ke Brasil untuk bergabung dan menimba ilmu bersama klub Divisi Utama Liga Brasil, Boavista.
Selain Jajang dan Risky, sebenarnya Pelita pun berencana mengirim Syafri ke Belanda, tepatnya ke klub Eredivisie Liga Belanda, SC Heerenven untuk tujuan yang sama.
Namun, bedanya jika Jajang dan Risky mengikuti program pembinaan pemain muda selama dua tahun. Syafri dijadwalkan hanya akan berlabuh beberapa pekan di klub yang berjasa menggembleng striker masa depan tim nasional Belanda, Klaas Jan Huntelaar tersebut.
"Jajang dan Risky tidak jadi didaftarkan, sebab sulit bagi mereka berdua rela bolak-balik Brasil-Indonesia. Lebih baik membuat mereka fokus menggali ilmu di Brasil. Beda kasusnya dengan Syafri yang kemungkinan hanya beberapa pekan saja berada di Belanda," kata Jajang, Sabtu (30/8/2008).
Pengurus teras The Young Guns sendiri rencananya Minggu (31/8/2008) akan menggelar acara seremonial pelepasan Jajang dan Risky ke Brasil di markas besar The Young Guns, kompleks sarana olah raga dan latihan Pelita di Sawangan, Bogor.
Acara ini rencananya bakal dihadiri pemilik Pelita sekaligus Wakil Ketua Umum PSSI, Nirwan Dermawan Bakrie dan jajaran pengurus teras Pelita lainya termasuk Manajer Umum, Rahim Soekasah serta Manajer Teknis merangkap Pelatih Kepala, Fandi Ahmad.
Sementara itu, Pelita U-21 yang selama satu pekan ini menggelar latihan dan persiapan di Soreang Jumat (29/8) kemarin, hanya berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 atas klub amatir PS Kalber di Stadion Si Jalak Harupat. Dikatakan Jajang, persoalan utama yang sejauh ini masih dihadapi pasukannya adalah komunikasi antar pemain.
"Masih banyak kelemahan, terutama komunikasi antar pemain di lapangan. Akibatnya seringkali terjadi kesalahan elementer yang sebenarnya tak perlu terjadi. Padahal faktor komunikasi ini sangatlah penting, sepakbola bukan permainan individual tapi unit," jelas Jajang seolah mengkritik kinerja anak asuhnya.(Mohamad Taufik/Sindo/tan)