JEPARA - Membeludaknya penonton ternyata tak selamanya membawa berkah. Buktinya, Persijap Jepara harus berurusan dengan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Laskar Kalinyamat terancam sanksi Komdis akibat melubernya penonton saat menjamu Persik Kediri di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara, 5 Juli lalu.
"Menurut Komdis, jumlah penonton yang datang melebihi kapasitas SGBK. Hal itu dianggap melanggar ketentuan," ungkap sekretaris Persijap Nur Jamil di Jepara, Rabu (27/9/2008).
Meski demikian, manajemen tim Kota Ukir belum tahu secara pasti sanksi apa yang akan dijatuhkan oleh Komdis. Hingga saat ini, mereka belum menerima surat keputusan (SK) terkait masalah tersebut. Menurut Jamil, laga Persijap melawan Persik disaksikan kurang lebih 20 ribu pasang mata.
Sedangkan kapasitas SGBK sendiri hanya 20 ribu tempat duduk. Sesuai peraturan yang tertera dalam Manual Liga Super (MLS), panitia pelaksana (Panpel) pertandingan hanya diperbolehkan menjual tiket sejumlah 95 persen dari total kapasitas stadion.
"Maksudnya, kalau sampai stadion penuh sesak oleh penonton, itu bisa mengundang bahaya. Selain itu, untuk njagani kalau-kalau ada tamu atau pejabat yang akan menyaksikan pertandingan," jelasnya.
Bukan itu saja, ulah Banaspati dan Jet Man -pendukung Persijap- juga menyisakan duka bagi tim asuhan Djunaedi. Sebab, spanduk dukungan kepada Evaldo Silva de Azis yang mereka pasang di tribun timur SGBK menuai sanksi dari Komdis.
"Sesuai MLS, tidak boleh ada pemasangan spanduk di tribun timur stadion atau tepatnya di belakang board sponsor. Tapi kalau yang di belakang gawang tidak masalah. Yang tidak diperbolehkan hanya di tribun sebelah timur saja. Dan itu terjadi selama Persijap menggelar laga kandang," kata Jamil.
(Agus Anggoro/Sindo/fmh)
"Menurut Komdis, jumlah penonton yang datang melebihi kapasitas SGBK. Hal itu dianggap melanggar ketentuan," ungkap sekretaris Persijap Nur Jamil di Jepara, Rabu (27/9/2008).
Meski demikian, manajemen tim Kota Ukir belum tahu secara pasti sanksi apa yang akan dijatuhkan oleh Komdis. Hingga saat ini, mereka belum menerima surat keputusan (SK) terkait masalah tersebut. Menurut Jamil, laga Persijap melawan Persik disaksikan kurang lebih 20 ribu pasang mata.
Sedangkan kapasitas SGBK sendiri hanya 20 ribu tempat duduk. Sesuai peraturan yang tertera dalam Manual Liga Super (MLS), panitia pelaksana (Panpel) pertandingan hanya diperbolehkan menjual tiket sejumlah 95 persen dari total kapasitas stadion.
"Maksudnya, kalau sampai stadion penuh sesak oleh penonton, itu bisa mengundang bahaya. Selain itu, untuk njagani kalau-kalau ada tamu atau pejabat yang akan menyaksikan pertandingan," jelasnya.
Bukan itu saja, ulah Banaspati dan Jet Man -pendukung Persijap- juga menyisakan duka bagi tim asuhan Djunaedi. Sebab, spanduk dukungan kepada Evaldo Silva de Azis yang mereka pasang di tribun timur SGBK menuai sanksi dari Komdis.
"Sesuai MLS, tidak boleh ada pemasangan spanduk di tribun timur stadion atau tepatnya di belakang board sponsor. Tapi kalau yang di belakang gawang tidak masalah. Yang tidak diperbolehkan hanya di tribun sebelah timur saja. Dan itu terjadi selama Persijap menggelar laga kandang," kata Jamil.