KEDIRI - Bendahara Tim Liga Super Indonesia (LSI) Persik Suryadi dikabarkan kembali dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kediri. itu setelah dia mengalami gangguan kesehatan sesaat setelah keluar dari RS.
Tanpa diketahui siapapun, diam-diam keluarga Suryadi membawa pulang bendahara Persik tersebut ke rumah setelah menjalani perawatan selama 5 hari. Proses kepulangan itu sendiri dilakukan pukul 01.00 WIB, Senin (25/8/2008) untuk menghindari perhatian masyarakat dan wartawan.
Namun baru sekitar dua jam, dia berada di rumahnya kompleks Perumahan Doko Sragi, Kec Gampengrejo, Kab Kediri, kondisi kesehatannya kembali menurun dan dilarikan ke RS Bhayangkara untuk kedua kalinya.
Humas RS Bhayangkara, Emi Pudjiarti mengatakan saat ini kondisi kesehatan Suryadi dalam pengawasan penuh tim medis. Namun secara umum, keadaannya jauh lebih baik daripada beberapa hari lalu.
Bahkan, saat ini dia sudah bisa berkomunikasi dengan keluarga dan mengkonsumsi makanan tanpa bantuan selang infus. "Beliau pulang sekitar pukul 01.00 WIB. Namun dua jam kemudian dibawa kembali kesini karena mengeluh sakit," ujar Emi kemarin.
Dia menjelaskan, proses kepulangan tersebut murni keinginan keluarga Suryadi sendiri. Sebagai pihak yang merawat, pihaknya tidak bisa mengatur keinginan pasien yang menghendaki pulang lebih awal.
Karena itu ketika pihak keluarga memaksa membawa pulang, dirinya tidak bisa mencegah meski kondisi pasien masih sakit.
Sayangnya, hingga kini Emi mengaku belum menerima penjelasan medis dari dokter yang merawat Suryadi atas kondisinya pasca pulang paksa. Dia hanya menjanjikan penanganan medis yang maksimal untuk membantu penyembuhan pasien.
Sementara itu Kapolresta Kediri AKBP Dedy Prasetyo mengatakan pihaknya tetap berkesimpulan tidak menemukan unsur pidana dalam percobaan bunuh diri ini. Perbuatan itu dilakukan akibat tekanan psikis atau depresi yang dialami korban.
"Tidak ada bukti atau petunjuk yang mengarah adanya paksaan, atau percobaan pembunuhan dari penyelidikan kami," kata Dedy.
(Hari Tri Wasono/Sindo/hmr)