Foto: AP
MADRID - Perombakan skuad besar-besaran dilakukan Barcelona adalah upaya untuk menghentikan laju Real Madrid di musim depan. Barca akan sekuat tenaga menggagalkan rencana Madrid mencetak hattrick juara La Liga.
Sudah dua musim terakhir El Real sukses mempecundangi Barcelona dalam perburuan gelar juara. Tapi yang paling menyakitkan bagi Barca adalah di musim lalu. Barca gagal mendapat gelar dan harus finish di peringkat tiga klasemen akhir La Liga.
Akibatnya, pelatih Frank Rijkaard harus lengser dari jabatannya dan digantikan dengan Josep Guardiola. Beberapa perubahan langsung dilakukan Guardiola. Mantan gelandang Barca ini melepas ikon klub Ronaldinho dan Deco. Beberapa pemain lain seperti Lilian Thuram, Gianluca Zambrotta dan Edmilson juga dilego.
Sebagai gantinya, El Azulgrana mendaratkan pemain lebih dinamis Daniel Alves dan Martin Caceres untuk berdiri di barisan pertahanan. Barisan tengah akan diisi muka baru Seydou Keita dan Aleksandr Hleb. Sementara di lini depan, Guardiola mempertahankan Samuel Eto'o dan Thierry Henry.
Guardiola menguji kemampuan skuadnya dalam beberapa laga uji coba. Hasilnya memuaskan. Daya gempur Barca masih menakutkan. Eto'o dan Henry diduetkan, sebuah keputusan yang tidak pernah diambil oleh Rijkaard. Duet ini didukung pergerakan dua bintang muda, Lionel Messi dan Bojan Krkic.
El Real patut mewaspadai kekuatan baru Barcelona ini, jika ingin mempertahanan gelar. Sepanjang sejarah, Madrid pernah empat kali mengukir juara hattrick bahkan pernah lima musim berturut 1960-1965. Madrid sudah mencatat 31 kali juara, sedangkan Barca baru 18 kali menggenggam trofi juara.
(zwr)
Sudah dua musim terakhir El Real sukses mempecundangi Barcelona dalam perburuan gelar juara. Tapi yang paling menyakitkan bagi Barca adalah di musim lalu. Barca gagal mendapat gelar dan harus finish di peringkat tiga klasemen akhir La Liga.
Akibatnya, pelatih Frank Rijkaard harus lengser dari jabatannya dan digantikan dengan Josep Guardiola. Beberapa perubahan langsung dilakukan Guardiola. Mantan gelandang Barca ini melepas ikon klub Ronaldinho dan Deco. Beberapa pemain lain seperti Lilian Thuram, Gianluca Zambrotta dan Edmilson juga dilego.
Sebagai gantinya, El Azulgrana mendaratkan pemain lebih dinamis Daniel Alves dan Martin Caceres untuk berdiri di barisan pertahanan. Barisan tengah akan diisi muka baru Seydou Keita dan Aleksandr Hleb. Sementara di lini depan, Guardiola mempertahankan Samuel Eto'o dan Thierry Henry.
Guardiola menguji kemampuan skuadnya dalam beberapa laga uji coba. Hasilnya memuaskan. Daya gempur Barca masih menakutkan. Eto'o dan Henry diduetkan, sebuah keputusan yang tidak pernah diambil oleh Rijkaard. Duet ini didukung pergerakan dua bintang muda, Lionel Messi dan Bojan Krkic.
El Real patut mewaspadai kekuatan baru Barcelona ini, jika ingin mempertahanan gelar. Sepanjang sejarah, Madrid pernah empat kali mengukir juara hattrick bahkan pernah lima musim berturut 1960-1965. Madrid sudah mencatat 31 kali juara, sedangkan Barca baru 18 kali menggenggam trofi juara.