foto: AP
ST PETERSBURG - Playmaker Zenit St Petersburg Andrei Arrshavin telah menegaskan hasrta besarnya hengkang musim depan. Untuk memuluskan ambisinya itu, Arshavin menolak bermain saat Zenit takluk dari Sibir Novosibirsk di ajang piala Rusia.
Seperti diketahui sebelumnya, Arshavin memang sangat berharap bisa hengkang dari Zenit dan mencari tantangan baru bersama klub yang lebih besar.
Kabarnya, klub Inggris Tottenham Hotspur dan Barcelona menjadi pilihan playmaker yang tampil brilian di ajang Euro 2008, di Austria-Swiss, Juni lalu.
Sayangnya, keinginan Arshavin harus terhalang banderol tinggi yang dilabeli Zenit. Jawara UEFA Cup 2007/2008 itu hanya rela melepas Arshavin jika ada klub yang berani menawar 25 juta poundsterling.
Kontan, strategi yang dipasang manajemen Zenit membuat Arshavin kesal. Playmaker 27 tahun ini pun membalas dengan menolak bermain sebelum Zenit menurunkan harga dan membiarkannya hengkang.
Hal senada juga dilontarkan agen Arshavin, Dennis Lachter yang mengaku jika kliennya diperlakukan bak budak oleh Zenit.
"Ini adalah cara tim Rusia mempertahankan pemainnya. Tak ada yang akan berubah, sebab cara ini sudah ada sejak Rusia masih memakai nama Uni Soviet," papar Lachter seperti dikutip AP, Jumat (8/8/2008).
"Tim asal Rusia tak pernah menghargai dan mendengarkan keinginan setiap pemainnya. Dan Zenit adalah klub yang diisi para diktator yang memperlakukan Arshavin layaknya budak," tutupnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Arshavin memang sangat berharap bisa hengkang dari Zenit dan mencari tantangan baru bersama klub yang lebih besar.
Kabarnya, klub Inggris Tottenham Hotspur dan Barcelona menjadi pilihan playmaker yang tampil brilian di ajang Euro 2008, di Austria-Swiss, Juni lalu.
Sayangnya, keinginan Arshavin harus terhalang banderol tinggi yang dilabeli Zenit. Jawara UEFA Cup 2007/2008 itu hanya rela melepas Arshavin jika ada klub yang berani menawar 25 juta poundsterling.
Kontan, strategi yang dipasang manajemen Zenit membuat Arshavin kesal. Playmaker 27 tahun ini pun membalas dengan menolak bermain sebelum Zenit menurunkan harga dan membiarkannya hengkang.
Hal senada juga dilontarkan agen Arshavin, Dennis Lachter yang mengaku jika kliennya diperlakukan bak budak oleh Zenit.
"Ini adalah cara tim Rusia mempertahankan pemainnya. Tak ada yang akan berubah, sebab cara ini sudah ada sejak Rusia masih memakai nama Uni Soviet," papar Lachter seperti dikutip AP, Jumat (8/8/2008).
"Tim asal Rusia tak pernah menghargai dan mendengarkan keinginan setiap pemainnya. Dan Zenit adalah klub yang diisi para diktator yang memperlakukan Arshavin layaknya budak," tutupnya.
(fmh)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad