Foto: ist
CAPETOWN - Bagi para pria yang sudah merencanakan berlibur ke Afrika Selatan guna menyaksikan langsung Piala Dunia 2010, harus bersiap-siap gigit jari. Pasalnya, rencana untuk melegalkan prostitusi selama even empat tahunan itu berlangsung, diprortes keras.
Rencana melegalisasikan protitusi pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan tersebut, langsung mendapat kritikan keras dari kelompok agama dan kelompok lawan jenis. Sebelumnya, otoritas lokal di Durban menginginkan legalitas tempat hiburan dewasa selama Piala Dunia.
Namun, kelompok agama Durban, meminta tempat pelacuran distrik Durban sebelum Piala Dunia 2010, sudah harus dihilangkan. Gerakan Demokrat Nasaret Afrika (ANDM) Presiden Thokozani Hlatshwayo, mengatakan proposal itu sangat bertentangan dengan norma agama.
"Rencana melegalisasikan distrik tempat pelacuran di Durban sebelum Piala Dunia 2010 harus disikapi dengan tegas," ucap Pat Lebenya-Ntanzi dari IFP brigade muda, seperti dilansir AP, Rabu (23/7/2008).
Wanita ini mengatakan pemerintah Afrika Selatan telah mengirim pesan keluar untuk generasi muda.
"Di satu sisi, mereka mengajarkan nilai keluarga yang kuat dan regenerasi. Tapi di sisi lain mereka menginginkan untuk dilegalisasikan prostitusi di Durban. Itu tidak masuk akal," tegasnya.
Penolakan ini terkait semakin tingginya angka pengidap HIV-AIDS di Afrika Selatan. Sedikitnya, 5 juta orang Afrika Selatan sudah positif terjangkit HIV. Yang dikhawatirkan, angka itu akan bertambah bila prostitusi dilegalkan, dimana orang di seluruh dunia akan berkunjung ke Afsel. (zwr)