foto: Ist
MARSEILLE - Pelatih Olimpique Marseille Eric Gerets mengaku senang atas keberhasilan klubnya merekrut bintang Muda Hatem Ben Arfa dari Olympique Lyon. Menurutnya, Ben Arfa merupakan pemain bagus yang sangat dibutuhkan timnya menyongsong digelarnya kompetisi Ligue 1 musim 2008/2009.
"Ia (Ben Arfa-red) merupakan pemain yang memiliki kualitas individu sangat baik. Ia memiliki kemampuan melepaskan diri dari kawalan lawan, meski ia tak memiliki banyak ruang," puji Gerets seperti dikutip AP, Minggu (6/7/2008).
"Kami terkadang memiliki masalah saat melawan tim yang memainkan sebelas pemainnya di belakang bola. Inilah satu hal yang membuat kami merekrut Ben Arfa," lanjutnya.
Selain membanggakan pemain anyarnya tersebut, Gerets juga menepis anggapan banyak orang yang yang mengatakan jika Ben Arfa adalah pemain rakus yang tidak bisa memperagakan kerjasama tim.
"Anda juga bisa mengatakan hal ini kepada Mamadou Niang yang lebih memiliki gaya individu dalam bermain," tutur mantan pelatih Galatasaray ini.
"Pada sesi latihan Jumat pagi lalu, saya membuat keputusan memainkan mereka berdua (Ben Arfa & Niang) dalam pertandingan mini yang terdiri dari empat pemain di setiap tim," lanjutnya.
"Namun, meski banyak orang mengatakan jika mereka berdua adalah pemain yang individual, mereka justru mampu memperagakan kombinasi sempurna. Mereka mampu memainkan umpan satu-dua dengan sangat baik," tutup pelatih 54 tahun ini.
"Ia (Ben Arfa-red) merupakan pemain yang memiliki kualitas individu sangat baik. Ia memiliki kemampuan melepaskan diri dari kawalan lawan, meski ia tak memiliki banyak ruang," puji Gerets seperti dikutip AP, Minggu (6/7/2008).
"Kami terkadang memiliki masalah saat melawan tim yang memainkan sebelas pemainnya di belakang bola. Inilah satu hal yang membuat kami merekrut Ben Arfa," lanjutnya.
Selain membanggakan pemain anyarnya tersebut, Gerets juga menepis anggapan banyak orang yang yang mengatakan jika Ben Arfa adalah pemain rakus yang tidak bisa memperagakan kerjasama tim.
"Anda juga bisa mengatakan hal ini kepada Mamadou Niang yang lebih memiliki gaya individu dalam bermain," tutur mantan pelatih Galatasaray ini.
"Pada sesi latihan Jumat pagi lalu, saya membuat keputusan memainkan mereka berdua (Ben Arfa & Niang) dalam pertandingan mini yang terdiri dari empat pemain di setiap tim," lanjutnya.
"Namun, meski banyak orang mengatakan jika mereka berdua adalah pemain yang individual, mereka justru mampu memperagakan kombinasi sempurna. Mereka mampu memainkan umpan satu-dua dengan sangat baik," tutup pelatih 54 tahun ini.
(fmh)