Score Ticker :
Liga Indonesia
PSMS Terancam Dicoret
Senin, 2 Juni 2008 - 22:00 wib
Berita Lainnya
JAKARTA - BLI siap mengeliminasi PSMS Medan dari Liga Super 2008/2009. Syaratnya, Ayam Kinantan tidak melengkapi aspek legal dan problem internal tim dibiarkan berlarut sampai deadline, Rabu (4/6/2008).

Penegasan itu diungkapkan Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono yang menjadi fasilitator pertemuan antara manajemen PSMS dengan PT Topas Gopas. Joko menyatakan, PSMS wajib menyelesaikan dua agenda tersebut sebelum deadline. Sebab, mereka juga wajib menetapkan home ground sebelum Senin (30/6/2008).

Hasil verifikasi BLI menyebutkan, Stadion Teladan dinilai tidak layak di Liga Super. Imbasnya, renovasi harus dilakukan atau Ayam Kinantan menunjuk stadion lain sebagai home ground. Bila ternyata permasalahan stadion belum kelar, BLI tidak segan menyabut lisensi klub professional mereka.

"Bila PSMS tidak melengkapi aspek legal sesuai deadline dan internal tim tetap berseteru, maka tidak diperkenankan mengikuti Super Liga. BLI membutuhkan kejelasan status tim, apakah di bawah manajemen sekarang atau PT Togos Gopas. Mereka juga harus mencari stadion yang layak sebelum Sabtu ini," ungkap Joko, Senin (2/6/2008).

Ayam Kinantan pun mengaku pesimistis bisa menyelesaikan dua agenda tersebut tepat waktu. Ketua Bidang Organisasi PSMS Hardi Muliono menyatakan, sejak awal belum ada kesepakatan mengenai pembagian tanggung jawab. Sebab, PT Togos enggan menguras kas kembali lantaran sudah menggelontorkan dana senilai Rp15 miliar. Namun, manajemen tetap meminta mereka menanggung biaya renovasi Stadion Teladan senilai Rp2 miliar.

"Kami pesimistis PSMS bisa ikut Super Liga. Kami tidak ditopang APBD, sedangkan PT Topas tidak mau sharing biaya. Mereka tetap menolak memberikan dana tambahan untuk renovasi. Seharusnya, mereka juga memikirkan infrastruktur. Namun, sebagai home ground kami fokus ke Stadion Jaka Baring," ujar Hardi.

PT Togos pun membenarkan tetap enggan memikul biaya renovasi bersama. Sebab, permasalahan stadion menjadi tanggung jawab manajemen. "Kan kami sudah mengeluarkan banyak dana untuk tim. Jelas tidak mungkin bila kami juga memikirkan masalah renovasi Stadion Teladan. Tanggung jawab kami sampai di situ, sekarang manajemen harus mencari solusinya," tegas Jubir PT Togos Gopas Sarluhut Napitupulu.

Sementara itu, Persita Tangerang mulai mengabaikan Stadion Lebak Bulus. Pendekar Cisadane menetapkan pilihan Stadion Jalak Harupat sebagai home ground. Anggota Tim Lima Persita Andi Mulyadi mengaku akan menggunakan jalur diplomasi agar BLI mau memberikan toleransi terkait aspek infrastruktur. Jalak Harupat pun digunakan sebagai alternatif terakhir bila BLI teguh dengan pendiriannya.

"Kami sudah berbicara dengan pengelola Jalak Harupat. Pada perinsipnya oke. Tapi, sebelum ke sana lobi kepada BLI akan dilakukan supaya Lebak Bulus diberikan toleransi," tandas Andi.
(Edy Yuli/Sindo/tok)