Foto: ist
BANDUNG - Niat Pelita Jaya Jawa Barat melaksanakan uji coba di Soreang akhirnya terwujud. Setelah gagal membujuk Persib Bandung dan klub Divisi I Liga Indonesia Pro Duta FC Bandung. Tawaran friendly games yang diajukan Pelita akhirnya diterima klub Divisi III Ligina, Saint Prima FC.
Uji coba menghadapi tim yang dibesut mantan pelatih dan pemain Maung Bandung, Encas Tonif itu. Dijadwalkan digelar di Stadion Jalak Harupat, Senin (2/6) nanti. Kendati hanya mendapatkan lawan dari kasta terendah Ligina, Pelatih Fandi Ahmad mengaku merasa sangat berterima kasih dengan penerimaan terbuka Saint Prima.
"Pertandingan ini bukan sekedar untuk melihat perkembangan tim secara teknis. Tapi, sekaligus upaya lebih memperkenalkan Pelita kepada masyarakat Bandung, khususnya Kabupaten Bandung," jelas Fandi, Sabtu (24/5/2008).
Uji coba melawan Saint Prima, bisa jadi ajang pertama Pelatih asal Singapura ini menguji seluruh anggota skuad resmi The Young Guns. Sebab empat pilar yang selama ini mengikuti pemusatan latihan bersama timnas Indonesia, Dian Agus Prasetyo, M. Ridwan, Ardan Aras dan Firman Utina kemungkinan besar bisa dimainkan Fandi.
Bagi pemilik Saint Prima, Hasan Saputra, menjajal Pelita adalah kesempatan emas untuk mematangkan skuad mudanya yang rata-rata berusia 21 tahun. "Pertandingan lawan Pelita akan jadi pengalaman yang sangat berharga buat para pemain muda kami," jelas Hasan.
Selain menjajal Saint Prima, klub milik Nirwan Dermawan Bakrie itu sebenarnya menjajaki kemungkinan meladeni penghuni 'asli' Stadion Jalak Harupat, Persikab Kabupaten Bandung. Namun rencana uji coba dengan klub berjuluk Dalem Bandung itu, bisa dikatakan agak sulit terlaksana.
"Kami berharap antara tanggal 3 atau 4 Juni, tapi Persikab menginginkan 7 Juni. Jika sesuai tanggal yang diinginkan Persikab, kurang ideal karena beberapa pemain harus kembali ke timnas sekitar tanggal 4-5 Juni," kata Fandi.
Sebelum meladeni Saint Prima, The Young Guns dijadwalkan terlebih dahulu melaksanakan partai persahabatan melawan Semen Padang (SP) di kompleks olahraga Sawangan, Bogor, 30 Mei nanti.
Sementara itu, The Young Guns akhirnya resmi mengganti logo klub. Namun, seperti yang diungkapkan Manajer Marketing Pelita, Bambang Soehendro perubahan logo Pelita kali ini tak signifikan. Logo Pelita musim lalu tetap digunakan, hanya kata Purwakarta yang sebelumnya disematkan dirubah menjadi Football Club.
"Kami sengaja tak menggunakan nama Jawa Barat. Kata Football Club sepertinya lebih universal, hal ini seiring dengan orientasi dan target musim ini. Kami ingin memperoleh jalan menuju kompetisi Liga Champion Asia. Entah dengan cara meraih gelar juara Liga Super maupun Piala Indonesia," tandas Bambang.
(Mohamad Taufik/Sindo/zwr)
Uji coba menghadapi tim yang dibesut mantan pelatih dan pemain Maung Bandung, Encas Tonif itu. Dijadwalkan digelar di Stadion Jalak Harupat, Senin (2/6) nanti. Kendati hanya mendapatkan lawan dari kasta terendah Ligina, Pelatih Fandi Ahmad mengaku merasa sangat berterima kasih dengan penerimaan terbuka Saint Prima.
"Pertandingan ini bukan sekedar untuk melihat perkembangan tim secara teknis. Tapi, sekaligus upaya lebih memperkenalkan Pelita kepada masyarakat Bandung, khususnya Kabupaten Bandung," jelas Fandi, Sabtu (24/5/2008).
Uji coba melawan Saint Prima, bisa jadi ajang pertama Pelatih asal Singapura ini menguji seluruh anggota skuad resmi The Young Guns. Sebab empat pilar yang selama ini mengikuti pemusatan latihan bersama timnas Indonesia, Dian Agus Prasetyo, M. Ridwan, Ardan Aras dan Firman Utina kemungkinan besar bisa dimainkan Fandi.
Bagi pemilik Saint Prima, Hasan Saputra, menjajal Pelita adalah kesempatan emas untuk mematangkan skuad mudanya yang rata-rata berusia 21 tahun. "Pertandingan lawan Pelita akan jadi pengalaman yang sangat berharga buat para pemain muda kami," jelas Hasan.
Selain menjajal Saint Prima, klub milik Nirwan Dermawan Bakrie itu sebenarnya menjajaki kemungkinan meladeni penghuni 'asli' Stadion Jalak Harupat, Persikab Kabupaten Bandung. Namun rencana uji coba dengan klub berjuluk Dalem Bandung itu, bisa dikatakan agak sulit terlaksana.
"Kami berharap antara tanggal 3 atau 4 Juni, tapi Persikab menginginkan 7 Juni. Jika sesuai tanggal yang diinginkan Persikab, kurang ideal karena beberapa pemain harus kembali ke timnas sekitar tanggal 4-5 Juni," kata Fandi.
Sebelum meladeni Saint Prima, The Young Guns dijadwalkan terlebih dahulu melaksanakan partai persahabatan melawan Semen Padang (SP) di kompleks olahraga Sawangan, Bogor, 30 Mei nanti.
Sementara itu, The Young Guns akhirnya resmi mengganti logo klub. Namun, seperti yang diungkapkan Manajer Marketing Pelita, Bambang Soehendro perubahan logo Pelita kali ini tak signifikan. Logo Pelita musim lalu tetap digunakan, hanya kata Purwakarta yang sebelumnya disematkan dirubah menjadi Football Club.
"Kami sengaja tak menggunakan nama Jawa Barat. Kata Football Club sepertinya lebih universal, hal ini seiring dengan orientasi dan target musim ini. Kami ingin memperoleh jalan menuju kompetisi Liga Champion Asia. Entah dengan cara meraih gelar juara Liga Super maupun Piala Indonesia," tandas Bambang.